Latest News

Sunday, June 5, 2016

Masya Allah..!! Ini dia Faza, Bocah Tunanetra Penghafal 30 Juz Quran. Sebarkanlah..!!

Sejak dari lahir, Faza tidak dapat melihat. Namun, dia miliki ingatan begitu ku4t, yang membantunya dapat menghafal Alquran dengan cepat.
Faza, Bocah Tunanetra Penghafal 30 Juz Quran
Dream - Umur Faza masihlah begitu kecil, 7 th.. Dia mungkin terl4hir sebagai anak kurang beruntung karena menanggung derita tunanetra mulai sejak l4h!r.

Walau demikian, Faza nyatanya memperoleh anugerah yang istimewa dari Allah SWT. Walau tidak mampu lihat, bocah ini miliki ingatan yang ku4t hingga dapat menghafal dengan cepat.

Bahkan juga di usianya yang masihlah kecil, Faza sudah menghafal Alquran genap 30 juz. Dia juga didaulat sebagai hafiz Alquran dalam Wisuda Akbar 6 yang di gelar PPPA Daarul Quran pada 22 November 2015 lantas.

Cerita ini bermula dari keinginan Faza bisa mengumandangkan azan di Masjid Agung Tasikmalaya, Jawa Barat. Faza, waktu itu berumur 4 th. mengemukakan keinginan itu pada sang bapak, Eko Fauzan Adiwangsa,

Saat itu, Eko menduga Faza cuma berc3l0t3h layaknya anak-anak seusianya. Namun, Faza sering mengungkap keinginan yang sama hampir setiap hari sampai Eko berupaya wujudkan keinginan itu.

Eko lalu mendatangi Pengurus Masjid Agung Tasikmalaya serta mengemukakan keinginan putra pertamanya. Sayangnya, Eko harus kecewa karena pengurus masjid menolak keinginan itu.

 " Maaf, kami tidak dapat mengizinkan putra Ayah azan disini. Selain dia masih begitu kecil, kami juga tidak paham makhroj bacaannya, " ucap Eko kembali kenang perkataan pengurus masjid saat itu.

Namun, hal semacam itu tidak bikin eko berkecil hati. Dia lalu semangat supaya Faza dapat jadi seseorang penghafal Alquran serta mengambil keputusan memasukkan anaknya ke tempat tinggal tahfiz yang tidak jauh dari rumahnya.

Dirumah tahfiz itu, Faza diarahkan menghafal Alquran dengan cara sema'an atau memerhatikan bacaan. Mengagumkan, Faza demikian cepat menghafal Alquran dengan suara merdu.

Satu keajaiban berlangsung. Beberapa bln. sesudah penolakan itu, Faza malah diundang jadi tamu pada acara Tabligh Akbar di Masjid Agung Tasikmalaya, masjid yang pernah menolak keinginan bocah ini untuk dapat mengumandangkan azan.

Satu tahun lalu, Faza kembali mengungkap keinginan mempunyai satu pesantren. Eko tetap masih menduga pengucapan itu cuma gurauan anak-anak.

 " Ah, mungkin ini cuma gurauan saja, " kata Eko.

Lagi-lagi, Faza selalu mengulang keinginan itu. Hampir setiap hari, Faza senantiasa berkata menginginkan miliki pesantren pada orangtuanya.

Alhasil, Eko dan istrinya, Siti Marfuah lalu mengajak sepupu Faza mengaji bersama dirumah mereka. Dibawah tuntunan sang ibu, Faza bersama-sama sepupunya mengaji bersama.

Makin lama, aktivitas itu berkembang sampai pada akhirnya jadi TPQ. Banyak anak-anak di sekitaran rumah mereka mengaji di TPQ simpel itu serta bikin Faza makin semangat mengaji.

Sesaat tahun selanjutnya, Faza kembali miliki keinginan dapat mengaji dihadapan jemaah Masjid Istiqlal. Mimpi itu terwujud, Faza jadi satu diantara santri peserta Wisuda Akbar Tahfiz Quran 6 di Masjid Istiqlal.

Bahkan juga, Faza didaulat sendiri oleh Ustaz Yusuf Mansur jadi wisudawan. Ustaz Yusuf lalu memohon Faza untuk melafalkan hafalan Alquran dihadapan beberapa ribu orang serta beberapa sye!kh yang ada dalam wisuda itu.

Mimpi Faza tidak berhenti di situ. Dia masihlah miliki yang diimpikan dapat membangun masjid serta mengaji bersama Imam Masjidil Haram Sye!kh Sudais.

 (Ism, Sumber : PPPA Daarul Quran)

TOLONG BANTU SHARE BISA BERMANFAAT DAN MUNGKIN BISA JADI MOTIVASI KITA SEMUA :) TERIMAKASIH

No comments:

Post a Comment